perawatan alami, why not?

perawatan alami, why not?

Kecantikan adalah hal yang lumrah yang ingin dimiliki setiap wanita. Berbagai macam cara pun dilakukan oleh wanita untuk mendapatkan wajah atau tubuh yang cantik. Khususnya di Indonesia, notabene orang-orang akan beranggapan bahwa wanita canik itu yang memiliki wajah dan kulit putih, tubuh yang langsing dan lainnya. Padahal jika disadari bahwa setiap wanita itu memiliki kecantikan dan keunikan masing-masing. Perawatan yang berlebih untuk mendapatkan wajah cantik seperti operasi plastik, sulam alis dan semacamnya seperti itu sesungguhnya tidak diperlukan. Hal yang utama yaitu asalkan mau untuk menjaga kebersihan dan rutin melakukan perawatan-perawatan yang sederhana. Seperti yang aku lakukan dengan merawat tubuh saya dengan perawatan dengan bahan alami.

Aku sengaja memilih bahan-bahan alami untuk perawatan tubuh dan wajah saya karena aku percaya bahwa yang alami itu akan memberikan hasil yang memuaskan dan tentu saja lebih aman untuk di kulit. Tentu saja setelah beberapa kali pemakaian bahan-bahan alami ini untuk perawatan hasil yang didapatkan sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan sebelumnya aku pernah menggunakan krim pagi atau malam dari berbagai macam merek namun menurutku justru hasilnya lebih baik ketika aku menggunakan bahan-bahan yang alami. Memang ketika menggunakan bahan alami ini untuk perawatan wajah biasanya akan menimbulkan efek-efek tersendiri salah satunya jerawat. Ketika jerawat muncul jangan panik dulu, justru jerawat ini merupakan detoksifikasi di wajah itu tersendiri dan jangan berhenti untuk perwatan dengan bahan alami justru dilanjutkan saja kecuali bila memang efek yang ditimbulkan sampai menyebabkan iritasi atau sebagainya konsultasi lah pada dokter. Namun berdasarkan pengalamanku menggunakan bahan alami apapun tidak memberikan efek-efek negatif yang berlebihan justru malah membuat kulit lebih kinclong 😀

Untuk bahan-bahan alami favoritku yang sering aku gunakan untuk perawatan yaitu

  • Jeruk Nipis
  • Madu
  • Wortel
  • Dark chocolate
  • kopi
  • susu
  • Timun
  • daun sirih
  • Wortel
  • beras

Bahan-bahan alami tersebut sering aku gunakan dalam perawatan tubuh ataupun wajah. Kalian yang ingin mengetahui manfaatnya bisa searching di mbah google yak, karena udah banyak sekali yang menulis artikel-artikel mengenai manfaat kandungan bahan alami tersebut dan tentu saja cara pembuatannya. Selain perawatan dari luar tentunya jangan lupa untuk perawatan dari dalam tubuh yatu dengan menjaga pola makan dan perbanyak konsumsi air putih. Kunci utama dari perawatan wajah atau tubuh dengan bahan alami ini yaitu telaten dan sabar. Percaya lah bahwa yang alami akan memberikan yang terbaik. So guys gimana gak ada salahnya kan untuk mencoba perawatan wajah dengan bahan alami 🙂

 

Advertisements
how do i lost weight??

how do i lost weight??

안녕하세요 진구들~~~

hello guys 🙂

It’s been long time since i didn’t write on my blog and yeah for the first time in 2017 i write it. This kind of commonly topic that many blogger has been writing on their blog or make video then upload in youtube channel. But i still wanna write about this and share with you about my experience. I’ve tried many kinds diet type such as not eating rice (because i’m Asian), not eating noodle, do a lot of workout and more. Based on my experience there is principle that must keep in your mind, motive.

Everything what we do must have a motive, without that we are nothing. So you must make a reason why i do this, what for etc. Once you’ve made it, the next step is you must know yourself!! It is important to know yourself,  you must know how do you eat, what are you eating, what’s your favourite food, what’s your habit. That will be one of factor when you are going to make diet plan. I ever tried not eating anything except fruit and vegetable but it’s just for a few weeks. Then i tried not eating rice for a month and it worked for me. After doing that i lost 4 kg, waaaa i’m so happy :). But before that i tried ocd (Obsessive Corbuzier’s Diet), kind of popular diet methods in Indonesia for several years ago. Basically i love eating and cooking so i’m the type a person who cannot avoid any kind of food. That’s why i think that method is work for me (Ps: you can find on google what is obsessive corbuzier’s diet).

That’s all from me, so if you have a diet plan you must keep that n your mind if wanna be succesfull and once more dont forget for doing workout!!

open your eyes, mind, ear

open your eyes, mind, ear

Sudah hampir 3 bulan aku berada disini dan akan segera berakhir, tentu saja berbagai rangkaian kisah telah aku lalui. Harus dari manakah kisah ini dimulai?? Terlalu banyak kisah yang pelik didalamnya, mungkin kesannya mendramatisir dan memang faktanya hal itulah yang aku rasakan dan jika bisa memahami setiap orang memiliki kisahnya masing-masing. Kisah ini adalah kelanjutan dari kisah sebelumnya, dimana pada kisah sebelumnya aku berada didalam sekelompok orang yang memang bertempramen sama denganku atau bisa dibilang aku sengaja memilih lingkungan yang seperti itu. Ya aku memanglah seorang yang pemilih terutama dalam lingkungan pergaulan untuk diriku sendiri, aku tak ingin terjerumus ke dalam hal-hal yang tak kuinginkan, aku tak ingin dipengaruhi oleh hal-hal yang buruk. Mengingat akan apa yang pernah menimpaku beberapa tahun yang lalu membuatku menjadi seseorang yang benar-benar pemilih dan tanpa disadari aku pun telah menutup mata, pikiran dan telinga. Apakah pilihanku ini benar? Aku tak tahu pasti, satu hal yang aku ketahui dari semua itu ialah aku terlena.

Terlena?? Bukankah hal itu yang bagus, aku berada di dalam lingkungan baik dan tentunya aku akan terciprat harumnya kebaikan tersebut yang bisa jadi sebagian orang ingin berada diposisiku. Justru kini kusadari bahwa semua itu hanya membuat terlena, dimana keterlenaan itu membuatku lupa bahwa dunia ini luas dan itu membuatku lagi-lagi terjebak dalam comfort zone.

Hingga ketika hari aku memutuskan untuk menantang diriku masuk kedalam dunia yang orang –orang sebut sebagai hutan liar yaitu kerja. Seminggu berlalu semenjak itu, aku mulai merasakan gejolak-gejolak batinku  “kurasa aku takkan bertahan disini, aku tak bisa berlama-lama disini”. Kalimat-kalimat itu selalu terbang didalam pikiranku, bagaimana tidak? Aku yang telah terbiasa dengan lingkungan yang seperti itu dan harus berada di lingkungan yang tak pernah kubayangkan untuk kumasuki. Bahkan ketika itu aku tak menyadari bahwa apa yang terjadi padaku adalah suatu ujian yang harus aku lalui, mau tak mau suka tak suka aku harus dapat naik ke tingkat selanjutnya. Hampir satu bulan keadaan itu menimpaku batinku tersiksa, bahkan tak ada seorang pun yang paham akan perasaanku hingga seorang kawanku berkata kepadaku untuk mencoba mendekat kepada Tuhan. Aku melakukan saran yang dia katakan padaku, singkat cerita aku putuskan untuk bertahan disini. Aku akan memenuhi semua yang menjadi kewajibanku. Konflik batin tersebut selalu saja membayangiku hingga kini dan lagi-lagi pikiranku berkata “apakah aku belum lulus dalam ujian kali ini?”. Bisa jadi aku sudah lulus, bisa jadi aku belum lulus ujian ini.

Seperti yang aku katakan di awal tadi hampir tiga bulan ini aku telah memperoleh banyak kisah yang dapat ku petik hikmahnya baik itu dari orang lain atau dari diriku sendiri. Namun dari semua kisah itu  aku dapat mengambil salah satu hikmah yang harus aku tanamkan saat ini dan seterusnya yaitu untuk membuka mata, pikiran, dan telinga. Bahwa di dunia ini penuh dengan hal-hal yang tak terduga, seberapa keras rencana-rencana kehidupan yang telah disusun untuk beberapa tahun kedepan ataupun untuk beberapa hari kedepan akan selalu ada kejutan-kejutan yang akan membuatmu terpana akan hal itu.

Seperti pedoman di dalam investasi yaitu high risk high return dan seperti perkataan guru fisikaku saat sma, hidup ini berlaku sistem seleksi alam. Sudah pasti orang yang dapat bertahan dalam sistem seleksi alam itu adalah orang yang dekat kepada Tuhan, dapat melihat, mendengar dan merasakan. Aku teringat seseorang pernah berkata kepadaku bahwa untuk tidak mengatakan bahwa dunia ini keras ataupun kejam namun aku pikir kembali bisa jadi Tuhan sengaja berencana untuk membuat dunia ini kejam untuk menguji seberapa dekat orang itu dekat dengan Tuhan dan bagaimana usaha untuk menghadapi dunia yang kejam ini apakah dia akan tetap berdiam, melangkah perlahan ataupun berlari?. Wallahu a’lam semua jawaban itu hanyalah Tuhan yang tahu, saat ini yang harus dilakukan ialah untuk selalu menghadirkan Tuhan dalam hidup dan melanjutkan kisah hidup seberapapun sulitnya itu. Seperti diibaratkan ujian akhir semester, kita akan selalu menghadapi beberapa rangkaian persoalan yang harus dijawab dan jika lulus akan melanjutkan ke tingkat selanjutnya hingga pada akhirnya akan sampai pada tingkat akhir.

 

saat aku tak mampu tuk merangkai kisahku.

aku tak mengira….

aku tak mengira….

“kak kau tahu kan bahwa dia sekarang sedang mengalami konflik batin dengan dirinya sendiri hingga dia harus berkunjung ke psikolog?”, kata karin.

Ketika mendengar kabar dari Karin bahwa salah satu adikku sedang menghadapi hal berat seperti itu,aku hanya terdiam tak percaya mendengar hal itu. Hal yang bisa kukatakan dan yang kuucapkan berulang kali kepada Karin “serius? apakah dia mengalami hal itu? sungguh ku tak percaya”. Yang lebih membuatku terkejut ialah bahwa masalah yang dia ,atau kita bisa memanggilnya Arin, sama dengan hal yang pernah aku alami.

“Konflik batin” kusebut hal itu konflik batin karena kurasa hal itu kata yang paling tepat untuk menggambarkan semua ini. Sebelumnya aku pernah cerita padamu bahwa aku pernah mengalami masalah konflik batin ini dan butuh waktu 2 tahun lebih untuk menyadarkanku bahwa dari hal inilah aku bisa menjadi diriku yang seperti ini. Aku pun juga pernah berkata bahwa saat ini aku masih dalam proses penyembuhan trauma atas konflik batin ini.

Ketika Karin menjelaskan detailnya padaku bagaimana Arin bisa menjadi seperti itu, menceritakan bagaimana depresinya dia hingga berkata ingin mengakhirinya dan mengatakan bahwa keluarganya tidak tahu tentang kondisi Arin saat ini.” wow i’m really shock!!”. Kata-kata yang terucapkan dalam benakku adalah hal itu. Bagaimana tidak? Ketika aku yang mengalami konflik batin tersebut justru tak terpikirkan olehku untuk mengucapkan kata itu. So terrible if you know. Yang terlebih lagi aku justru merasa iba dengan Arin dan aku ingin sekali menghibur dirinya dan memberikan semangat padanya. Karin memang pernah berkata padaku bahwa saat ini Arin sudah mencapai pada masa pemulihan yang terakhir dengan psikolognya meskipun jiwanya masih terguncang akibat hal itu. Tapi siapa yang tahu bahwa itu benar? Karena aku paham sekali dan pernah merasakannya bahwa untuk sembuh menjadi sedia kala layaknya diri sendiri itu memang mudah namun untuk menghilangkan bekas luka akibat konflik batin itu sendiri tak akan mudah. Tergantung bagaimana mental dan kondisi lingkungan sang penderita konflik batin tersebut.

Hingga beberapa hari yang lalu tak disangka aku bertemu dengan Arin dan ya Arin menyapaku, menyalamiku layaknya biasa namun ada yang aneh disitu. Arin terlihat tak ceria, dia seperti kehilangan semangat hidupnya bahkan dia kehilangan senyum di wajahnya. Rasanya aku ingin memeluk dirinya ketika bertemu dengannya dan memberinya motivasi. Namun ya sungguh disayangkan tak ada yang tahu bahwa aku pernah mengalami konfik batin tersebut.

Akan tetapi dibalik semua itu aku mempelajari hal yang terpenting dari semuanya. Sesuatu hal yang kecil namun sering dilupakan oleh manusia yaitu BERSYUKUR. Sengaja aku beri huruf kapital semua karena untuk mengingatkan diriku. Bersyukur adalah hal yang kecil dan setiap orang pun pasti setiap saat bersyukur untuk keadaannya namun makna dari bersyukur itu sendiri sangat-sangat dilupakan oleh manusia. Tahukah kalian apakah makna sesungguhnya dari bersyukur itu sendiri? Mengapa kita harus bersyukur? Itulah yang aku dapatkan dari hal tersebut. Kau tahu apa hal yang paling membuatku bersyukur ketika mendengar kabar dari Karin tersebut ialah aku masih memiliki kedua orang tuaku yang selalu mendukungku dan menasihati aku, aku juga memiliki sahabat yang mengetahui masalah ini dan mereka pun memberi dukungan kepadaku bahkan memberikanku motivasi untuk melanjutkan hidupku dan yang terpenting dari itu semua karena konflik batin itulah aku semakin dekat dengan Sang pencipta Allah Swt.

Sekali lagi aku ingin berterimakasih kepada Tuhan karena telah memberiku alasan bahwa aku harus segera melupakan masa lalu itu dan benar-benaar mengambil pelajaran dari hal tersebut. Tuhan aku tak akan pernah melupakan segala pelajaran yang kau berikan padaku dan selalu ingatkan aku Tuhan agar aku selalu mengikuti tuntunanMU.

catatan harianku, Rina

saat penghujung tengah malam di sudut rumahku

karena masa lalu

karena masa lalu

pernahkah kalian merasakan trauma yang sangat mendalam hingga ketika kau mengingatnya membuat dirimu ingin menghapus memori tersebut? Itulah yang kurasakan hingga kini, terhitung sudah 3 tahun trauma itu masih membekas pada diriku.

Kejadian itu menghampiriku tepat sebelum ujian nasional SMA. Entahlah, terkadang aku selalu berpikir apa penyebab itu semua namun tak pernah dapat kutemukan hanya berujung pada penyesalan dan penyesalan yang tak henti. Bahkan hingga aku memasuki dunia perkuliahan memori akan kejadian itu masih terkenang dan rasa takut pun selalu membayangiku. Sungguh aku tak pernah membayangkan hal seperti ini terjadi padaku, namun hal itu benar-benar terjadi dan bahkan orang tua ku pun tak mengetahui akan trauma dan rasa takut itu. Aku terlalu takut untuk berbicara dengan mereka, aku takut hal itu akan membuat rasa trauma ku bertambah.

Hingga 2 tahun pun berlalu, barulah aku menyadari sesuatu hal yang telah aku lupakan selama ini. Bahwa aku haruslah memaafkan diriku atas apa yang terjadi dan aku harus menerima bahwa kejadian itu telah menimpaku. Dua tahun aku baru menyadari itu semua, waktu yang lama bukan untuk menyadari hal itu?

Sungguh dahsyat kejadian tersebut dan sangat membekas di hatiku, bahkan hingga kini pun aku masih mengingatnya dengan jelas bagaimana awal permulaan hingga akhirnya. Sometimes, aku berpikir bahwa aku ingin mengunjungi psikolog untuk berkonsultasi dengan hal ini, karena aku terlalu takut dan terlalu takut untuk bercerita pada orang lain. Bahkan pada kejadian selama 2 tahun sebelum ku dapat menerima bahwa kejadian tersebut menimpa diriku, banyak kesalahan yang telah aku perbuat. Hingga kini pun kesalahan besar itu masih menimpa diriku. Aku selalu berpikir aku takut hingga aku menarik diri dari lingkungan sosial selama sebulan. Apakah ada orang yang seperti itu? Dengan sengaja tidak melakukan hal apa pun selama satu bulan, tidak berkomunikasi dengan siapapun, bahkan jika berkomunikasi pun hanyalah hal yang penting saja. Wasting time right? Selama sebulan hidup yang penuh dengan kesia-siaan belaka.

Dan itulah puncak dimana aku tak ingin terkekang dengan semua ini. Aku ingin kejadian ini hanyalah menjadi memori belaka, memori yang indah untuk dikenang. dan pada suatu pagi hari, aku menonton tayangan televisi yang bercerita tentang curahan hati seseorang dan disitulah aku baru menyadari satu hal yang paling penting yang aku lupakan yaitu bersyukur. Bersyukur ternyata adalah kunci agar hidup ini selalu tenang. so simple but it’s hard. Kenapa aku bisa berkata seperti itu, karena bersyukur hanya dapat dirasakan orang-orang yang benar-benar memahami makna bersyukur itu sendiri sama halnya dengan ikhlas. Dalam tayangan yang aku lihat tersebut, sang MC berkata “dengan adanya kejadian masa lalu yang menimpa anda justru yang membuat anda menjadi diri anda sekarang. Jadi bersyukurlah, bila kejadian itu tak menimpa anda mungkin anda tak akan menjadi diri anda yang sekarang. Ingat bahwa setiap orang akan di uji dengan cara yang berbeda dan anda pun di uji melalui hal ini, jadi bersyukurlah dengan apa yang ada”

Kalimat tersebut aku tak memahami sebelumnya hingga suatu tengah malam aku merenungi kejadian itu dan sontak terngiang kalimat presenter tersebut. Kini aku mulai menyadarinya kembali dan kurasa saat ini aku memasuki tahap selanjutnya dalam proses penyembuhan luka akibat trauma ku ini. Memang semua itu butuh proses dan waktu apa lagi dengan trauma dan luka yang aku rasakan tak mudah untuk dihilangkan. Babak baru diriku pun dimulai kembali dan semangatku pun kembali. Harapanku semangat yang ada di dalam diriku ini tak pernah hilang dan aku bisa naik ke tahapan selanjutnya. Karena aku percaya bahwa Allah akan selalu menguji umatnya sesuai dengan kemampuannya. Bila Tuhan saja percaya bahwa aku mampu melalui ujian ini, tentulah aku harus percaya. Dengan usaha dan doa yang tak pernah putus suatu hari nanti trauma dan luka yang ada dalam hatiku ini akan sembuh.

catatan harianku, Rina

saat tengah malam disudut kamar

Jogja~my lovely city~

Jogja~my lovely city~

Jogja adalah sebuah kota yang identik dengan keistimewaannya, identik dengan keramahannya. Yup itulah Jogja yang menjadi saksi bisu pertemuan kedua orang tuaku dan tanah kelahiranku. Hingga saat ini pun aku masih setia untuk tetap tinggal di Jogja.

Jogja menjadi saksi bisu perjuangan hidupku. Perjuangan yang kumulai sedari ku di perut ibu hingga aku kuliah saat ini. Begitu menyenangkannya berada di kota ku ini, terlalu banyak memori memori yang tersimpan di dalamnya.

Jogjaku, terkadang terbesit dalam benakku untuk meninggalkanmu. Aku sudah terlalu bosan dengan semua lingkungan yang ada, aku sudah banyak mengenal dan bahkan paham setiap sudut yang ada di Jogja ini dan aku ingin mengenal dunia luar dan menjelajahi seluruh isi bumi ini. Namun ternyata aku belumlah paham mengenai Jogja. Banyak sudut-sudut Jogja yang belumlah kuketahui. Teringat mimpiku dulu aku ingin mengelilingi Daerah Istimewa Yogyakarta hingga ke pelosok, mengenal keseluruhan daerahku.

Jogjaku tetaplah menjadi Jogja yang istimewa, tetaplah menjadi Jogja yang ramah. Pertahankanlah prinsipmu Jogja Berhati Nyaman. Meskipun saat ini banyak orang-orang dari sabang sampai merauke datang ke Jogja untuk mencari Ilmu,  merantau nasibnya dan lainnya. Majulah Jogjaku dengan segala keluhuran budaya yang telah tertanam di setiap lubuk hati masyarakat Jogja!!!
I LOVE JOGJA :*

Disinilah bermulai..

Disinilah bermulai..

Lembaga Dakwah Fakultas Jama’ah Al Muqtashidin atau lebih dikenal dengan LDF JAM atau bisa juga dikenal dengan sebutan JAM. Sebuah lembaga luar biasa yang bergerak pada bidang syiar Islam. Sekumpulan manusia yang berbeda pribadi, budaya berkumpul menjadi satu dalam lembaga ini. Disinilah semuanya dimulai, sebuah proses perjalanan kehidupan yang tidak biasa terjadi terutama bagi seorang individu sepertiku. “pernahkah kau sadari bahwa teman-temanmu yang ada di JAM itu adalah teman terbaik yang pernah diberikan Allah padamu??”. Kalimat simple yang memiliki makna tinggi itu baru benar-benar kupahami beberapa bulan sebelum hari demisioner tiba. Bisa dibilang semacam penyesalan, namun kurasa ada hal yang lebih tepat untuk menggambarkan hal itu. Rofi, Lia, Iffah, Jundi, Wiwit, Astri, Bayu, Robi, Saleh, Huda, Cece, Risky, Hanin, Rofiq, and kafalient especially for Ulin thank you so much :* , cordoba, alumni dan lain2, my family, my best friends, my soulmate, my companion in arms. You’re the best guys, i cannot describe how great you are and you’re the best thing i ever had.

Sesungguhnya tak banyak kisah perjuangan yang bisa dibilang luar biasa untuk organisasi ini, keberadaanku disini bisa dibilang kontribusi yang diberikan tak lebih dibanding dengan teman-teman yang lain, bisa dibilang hanya menjalankan apa yang harus dilakukan. Menyesal sesungguhnya tak bisa memberikan sesuatu yang maksimal disini dan yang utama tidak bisa mengenal lebih mendalam tentang keseluruhan pribadi yang berada disini. Entahlah bisa jadi ini karena keegoisan belaka yang memang karena berbagai alasan tersendiri. Itulah konflik, dimanapun berada akan selalu bertemu dengan konflik bahkan dengan diri sendiri pun pasti akan berkonflik dan biarlah hal tersebut menjadi bumbu pemanis dalam proses pendewasaan ini. Overall i’m happy to be here with all of my companion in arms. I had many many lesson in here and i didn’t regret.  A little family that i cannot find eventhough go around the world.

Speechless.. tak tahu lagi apa yang harus diungkapkan selain betapa hebatnya kalian semua, betapa hebatnya semua hal yang ada disini. Really wonderful to have you in my life, just wanna say don’t forget how great we are and our great great every single moment that we spent together in here. J’aime les gars~

Bukan untuk apa apa kita berada di sini. Bukan hanya sekedar mencari pengalaman kita ada dalam organisasi ini. Tapi pengalaman yang membuat kita mengambil hikmah di setiap episode kehidupan. (by: Tiffani’s)