Setelah Hujan

Dimulai dengan gumpalan gumpalan awan hitam yang membentuk kumolonimbus, kemudian jatuh tetes tetes air ke bumi hingga tak bersisa dan kemudian muncullah sebuah cahaya yang menentramkan hati “pelangi”. Begitulah proses hujan secara sederha yang datang ke bumi dan terbitlah pelangi setelah hujan. 

Secara ilmiah hujan sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit (wikipedia). Apabila di telisik lebih dalam ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa ini memiliki makna tersendiri dalam kehidupan manusia. Yup tak ada yang tak bermakna di dunia ini bahkan hingga proton, neutron, elektron yang mungkin merupakan partikel di dunia ini bermakna.

Apa yang kau kisahkan ketika kau mendengar hujan atau ketika kau melihat hujan?? Banyak kisah yang dapat kau ungkapkan dari hujan. Namun akankah kau benar-benar memaknainya, menjadikan hujan sebagai pelajaran hidup?

Bisa jadi ya, bisa jadi tidak. Sahabat akan kuceritakan pelajaran padamu bagaimana diri ini memaknai hujan. 

Kembali pada makna hujan secara ilmiah, hujan adalah sebuah prespitasi berwujud cairan. Prespitasi (juga dikenal sebagai satu kelas dalam hidrometeor, yang merupakan fenomena atmosferik) adalah setiap produk dari kondensasi uap air di atmosfer. Ia terjadi ketika atmosfer (yang merupakan suatu larutan gas raksasa) menjadi jenuh dan air kemudian terkondensasi dan keluar dari larutan tersebut (terpresipitasi). Udara menjadi jenuh melalui dua proses, pendinginan atau penambahan uap air. (wikipedia)

Bila hal tersebut kita maknai dalam kehidupan kita kawan prespitasi sama dengan perilaku kita di kehidupan kita dan terjadi ketika atmosfer yang sama dengan hati atau perasaan yang kemudian terkondensasi dan keluar menjadi emosi yang ditunjukkan pada perilaku kita. Lebih sederhananya lagi anggaplah langit hitam kelam itu sebagai sebuah masalah yang kemudian menumpuk hingga kita jenuh dan merasa perlu untuk dikeluarkan atau air hujan dan begitu kejenuhan itu berakhir muncullah sebuah titik terang atau pelangi.

Begitulah kisahku kawan yang menggambarkan makna hujan itu sendiri. Yang jelas kita hidup itu untuk satu tujuan yaitu kebahagiaan yang diibaratkan pelangi. Untuk mencapai tujuan tersebut berbagai rintangan dan hal-hal yang harus dilalui meskipun sakit yang dirasakan, lelah hati, tangisan, senyuman, kekejaman dan lain sebagainya haruslah selalu dihadapi. Karena hidup ini takkan pernah mudah kawan, teruslah untuk mencapai kebahagiaan itu dengan cara apapun yang tak melanggar hukum dari Tuhan. ^^

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s