Sendiri, sendiri, dan sendiri

ada kalanya sendiri itu menyenangkan dan ada kalanya sendiri itu menyakitkan. Entah apapun pilihannya itu semua tergantung dari kepribadian masing-masing. Bagi sebagian orang sendiri itu menyenangkan, mengapa? karena dengan sendiri bisa melakukan berbagai kegiatan sesuai yang diinginkan, bisa merenungkan tentang kehidupan dan dengan sendiri kebebasan itu dapat diraih.

Namun kawan renungkanlah kembali tentang makna “sendiri” itu kembali. Saat sendiri dan saat itu segala kegiatan yang ingin kita lakukan semuanya terpenuhi, namun apakah yang didapat dari tercapainya semua keinginan kita?. Saat sendiri dan saat itu juga dapat merenungkan segalanya tanpa harus berdebat panjang lebar tidak ada yang mengomel dan lainnya, namun apakah semua yang direnungkan itu teratasi? Saat sendiri pula kebebasan dapat diperoleh, tak perlu repot repot untuk berdiskusi panjang lebar ketika ingin pergi ke suatu tempat dengan teman, bisa menjadi diri sendiri tak dikekang ataupun tak diatur oleh siapapun hanya diri sendiri yang memberi aturan, sadarkah kawan bahwa dengan kesendirian itu justru dapat melalaikan?

Kawan marilah kembali lagi renungkan makna sendiri itu, jangan persempit makna sendiri itu sendiri. Didalam tulisan ini sendiri disini bermakna kondisi dimana ketika hanya ada diri kita sendiri tanpa adanya kehadiran orang lain. Sesungguhnya itu hanya sekecil makna dari kata sendiri itu dan makna sendiri itu sesungguhnya luas. Dan tahukah kalian sendiri yang menakutkan itu adalah sendiri di tengah keramaian, mengapa begitu?? Disaat kondisi ramai dan ketika disekeliling ada keluarga, teman, sahabat, atau musuh sekalipun namun diri ini terasa sendiri. Inilah yang harus diwaspadai mungkin penyebabnya adalah hati yang kosong, hati yang tak pernah berbahagia, hati yang tak pernah tersenyum dan ini menyakitkan sekali bahkan lebih menyakitkan daripada sakit fisik karena sakit yang seperti ini untuk menyembuhkannya butuh proses yang lama dan terkadang membekas luka di hati yang entah itu dapat dihilangkan atau tidak. Apakah kalian seperti itu kawan?? Semoga saja tidak.

Entahlah kawan semakin dipikirkan dan direnungkan semua ini membingungkan. Yang pasti ketika mendengar kata sendiri itu saja sudah terdengar menyakitkan dan memang sendiri itu tidak menyenangkan karena pada dasarnya manusia itu diciptakan untuk bersama bukan untuk sendiri dan memang ada waktu dimana diri ini bisa sendiri tanpa ada yang menemani dan momen itu dapat dirasakan ditempat peristirahatan yaitu liang kubur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s