aku tak mengira….

“kak kau tahu kan bahwa dia sekarang sedang mengalami konflik batin dengan dirinya sendiri hingga dia harus berkunjung ke psikolog?”, kata karin.

Ketika mendengar kabar dari Karin bahwa salah satu adikku sedang menghadapi hal berat seperti itu,aku hanya terdiam tak percaya mendengar hal itu. Hal yang bisa kukatakan dan yang kuucapkan berulang kali kepada Karin “serius? apakah dia mengalami hal itu? sungguh ku tak percaya”. Yang lebih membuatku terkejut ialah bahwa masalah yang dia ,atau kita bisa memanggilnya Arin, sama dengan hal yang pernah aku alami.

“Konflik batin” kusebut hal itu konflik batin karena kurasa hal itu kata yang paling tepat untuk menggambarkan semua ini. Sebelumnya aku pernah cerita padamu bahwa aku pernah mengalami masalah konflik batin ini dan butuh waktu 2 tahun lebih untuk menyadarkanku bahwa dari hal inilah aku bisa menjadi diriku yang seperti ini. Aku pun juga pernah berkata bahwa saat ini aku masih dalam proses penyembuhan trauma atas konflik batin ini.

Ketika Karin menjelaskan detailnya padaku bagaimana Arin bisa menjadi seperti itu, menceritakan bagaimana depresinya dia hingga berkata ingin mengakhirinya dan mengatakan bahwa keluarganya tidak tahu tentang kondisi Arin saat ini.” wow i’m really shock!!”. Kata-kata yang terucapkan dalam benakku adalah hal itu. Bagaimana tidak? Ketika aku yang mengalami konflik batin tersebut justru tak terpikirkan olehku untuk mengucapkan kata itu. So terrible if you know. Yang terlebih lagi aku justru merasa iba dengan Arin dan aku ingin sekali menghibur dirinya dan memberikan semangat padanya. Karin memang pernah berkata padaku bahwa saat ini Arin sudah mencapai pada masa pemulihan yang terakhir dengan psikolognya meskipun jiwanya masih terguncang akibat hal itu. Tapi siapa yang tahu bahwa itu benar? Karena aku paham sekali dan pernah merasakannya bahwa untuk sembuh menjadi sedia kala layaknya diri sendiri itu memang mudah namun untuk menghilangkan bekas luka akibat konflik batin itu sendiri tak akan mudah. Tergantung bagaimana mental dan kondisi lingkungan sang penderita konflik batin tersebut.

Hingga beberapa hari yang lalu tak disangka aku bertemu dengan Arin dan ya Arin menyapaku, menyalamiku layaknya biasa namun ada yang aneh disitu. Arin terlihat tak ceria, dia seperti kehilangan semangat hidupnya bahkan dia kehilangan senyum di wajahnya. Rasanya aku ingin memeluk dirinya ketika bertemu dengannya dan memberinya motivasi. Namun ya sungguh disayangkan tak ada yang tahu bahwa aku pernah mengalami konfik batin tersebut.

Akan tetapi dibalik semua itu aku mempelajari hal yang terpenting dari semuanya. Sesuatu hal yang kecil namun sering dilupakan oleh manusia yaitu BERSYUKUR. Sengaja aku beri huruf kapital semua karena untuk mengingatkan diriku. Bersyukur adalah hal yang kecil dan setiap orang pun pasti setiap saat bersyukur untuk keadaannya namun makna dari bersyukur itu sendiri sangat-sangat dilupakan oleh manusia. Tahukah kalian apakah makna sesungguhnya dari bersyukur itu sendiri? Mengapa kita harus bersyukur? Itulah yang aku dapatkan dari hal tersebut. Kau tahu apa hal yang paling membuatku bersyukur ketika mendengar kabar dari Karin tersebut ialah aku masih memiliki kedua orang tuaku yang selalu mendukungku dan menasihati aku, aku juga memiliki sahabat yang mengetahui masalah ini dan mereka pun memberi dukungan kepadaku bahkan memberikanku motivasi untuk melanjutkan hidupku dan yang terpenting dari itu semua karena konflik batin itulah aku semakin dekat dengan Sang pencipta Allah Swt.

Sekali lagi aku ingin berterimakasih kepada Tuhan karena telah memberiku alasan bahwa aku harus segera melupakan masa lalu itu dan benar-benaar mengambil pelajaran dari hal tersebut. Tuhan aku tak akan pernah melupakan segala pelajaran yang kau berikan padaku dan selalu ingatkan aku Tuhan agar aku selalu mengikuti tuntunanMU.

catatan harianku, Rina

saat penghujung tengah malam di sudut rumahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s